Kamis, 10 Januari 2008

MEWASPADAI SYAITHAN !!!

Oleh : Asep Dadang


Kita wajib mempelajari tentang syaithan karena : Pertama, kita diwajibkan untuk mengimani terhadap makhluk ghaib sedangkan syaithan merupakan salah satu makhluk ghaib. Kedua, syaithan dinyatakan oleh Allah SWT sebagai musuh yang nyata (aduwwun mubiin) dan kita mesti berhati-hati kepadanya.

يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (البقرة : 168)
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu (al Baqarah : 168)

Di dalam teori berperang dikatakan siapa yang mengenal musuhnya dengan baik maka akan lebih mudah untuk mengalahkan musuh tersebut.

Ketika kita berupaya mengenal sesuatu sering dikatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Namun, ketika mempelajari tentang syaithan maka berlaku peribahasa “Tak Kenal Maka Tak Waspada”. Tak waspada berarti kita akan mudah tergelincir oleh bujuk rayu dan godaannya !!!. Jika pengetahuan kita tentang syaithan cukup maka diharapkan kita dapat kuat bertahan dan berperang untuk melawan tipu dayanya.

Ternyata di dalam terminologi bahasa Arab ternyata Iblis berasal dari kata asing (‘Ajm). Tetapi ada pula yang mengatakan bahwa Iblis berasal dari kata Iblas dalam bahasa Arab yang artinya : putus asa dari rahmat atau kasih sayang Tuhan atau arti lainnya yaitu : jauh dari kebaikan

Syaithan ( ﻦﻄﻳﺷ ) lafadz mufrad yang berasal dari kata Sathona. Jamaknya yaitu kata Syayathin Dalam kamus artinya adalah menjauhi atau menutup dari sesuatu.

A. Riwayat Syaithan

Keberadaan syaithan tak lepas dari riwayat Nabi Adam as. dan asal mula keberadaan Iblis seperti diceritakan oleh Allah Swt di dalam al Qur-an (QS. Al Baqarah 2 : 30 - 39), ketika Allah SWT mengabarkan kepada para malaikat bahwa Dia akan menjadikan khalifah di muka bumi. Para malaikat ketika itu “meragukan” tentang keputusan Allah SWT dengan mengatakan bahwa manusia suka merusak dan menumpahkan darah. Mungkin para malaikat mencoba “menawarkan diri” dengan mengatakan bahwa merekalah yang selalu memuji dan berbakti kepada Allah SWT.

Sebagian orang berpendapat bahwa Allah Swt bermusyawarah dengan para malaikat ketika akan menjadikan khalifah di muka bumi. Penulis sendiri berpendapat bahwa Allah Swt tidak meminta pendapat makhluk-Nya ketika Dia akan mengambil keputusan. Pada peristiwa ini Allah Swt hanya memberitahukan kepada para malaikat akan apa yang akan diperbuat-Nya. Akan tetapi Allah Swt memberi pelajaran kepada kita tentang teknik berargumentasi yaitu ketika para malaikat meragukan keputusan itu, Allah memberikan argumen yang sangat tepat disertai dengan bukti yang nyata pula !!. Sehingga akhirnya para malaikat yang tadinya meragukan akhirnya mengakui dengan sepenuh hati akan kebenaran keputusan tersebut dan berkata,

قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (البقرة:32)
“Mereka menjawab,” Maha Suci Engkau tiada yang kami ketahui selain apa yang engkau ajarkan kepada kami” seusungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” . (QS. Al Baqarah 2 : 32 )

Adapun Iblis bukannya ia tidak mengakui akan kebenaran itu akan tetapi kesombongan dan ketakaburannyalah yang membuat ia mengingkari hal itu.

Iblis tidak mau bersujud kepada Adam. Ia merasa lebih baik dari Adam karena ia diciptakan dari api sedangkan Adam dari tanah

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (الاعراف:12)
Allah berfirman, “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu ?”. Menjawab Iblis,”Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. ( QS. Al-Arof VII : 12).

Proses pembuatan dirinya membuat ia merasa sombong dan amat membanggakan diri sehingga bersujud pada Adam.

Ketika itu Allah Swt memurkai Iblis akan kesombongan dan ketakaburannya sehingga Dia menghukum Iblis dengan melemparkan Iblis ke dalam neraka. Iblis semakin dengki kepada manusia dan memohon kepada Allah untuk memberi tangguh kepadanya untuk senantiasa menghalangi manusia daقi jalan Allah dan mengajak serta manusia bersama dengannya tinggal di neraka.

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ () قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ () إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (ص:79-81)
Iblis berkata,”Ya Tuhanku, beri tanguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan,”. Allah berfirman,”Sesungguhnya engkau termasuk yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (kiamat). (QS. Shaad 38 : 79 – 81)

Godaan Iblis dimulai kepada Adam as. Untuk melanggar larangan Allah SWT untuk mendekati pohon khuldi.

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَاآدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَى
(طح:12
0)
Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" ) Thaha : 120)

فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى ءَادَمُ رَبَّهُ فَغَوَى (طح:121)
Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. (Thaha : 121)

يَابَنِي ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ (الاعراف: 27)
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (al A’raaf : 27)

B. Jenis dan Wujud Syaithan

Agar kita tidak keliru dalam mengenali syaitan perlulah kita perhatikan ayat-ayat berikut ini.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُون َ (الانعام:112)
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (al An’am : 112)

Syaithan bisa berwujud manusia maupun jin,

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ(5)مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ(الناس:5-6)
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.
dari (golongan) jin dan manusia. (An Nas : 5-6)

Allah menjelaskan kepada kita melalui ayat-ayat di atas bahwa syaithan itu terdiri dari golongan jin dan manusia.

Iblis pun ternyata beranak pinak seperti diuraikan dalam al Qur-an :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا(50)
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim. (QS. Kahfi : 50)

Diriwayatkan dalam HR Muslim bahwa Nabi Muhammad Saw. pun disertai oleh syaithan akan tetapi beliau diberi pertolongan oleh Allah Swt. untuk mengalahkannya sehingga syaithan pun menyerahlah.
Siti Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah tentang hal itu.

قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللّهِ! أَوَ مَعِيَ شَيْطَانٌ؟ قَالَ: «نَعَمْ» قُلْتُ: وَمَعَ كُلّ إِنْسَانٍ؟ قَالَ: «نَعَمْ» قُلْتُ: وَمَعَكَ؟ يَا رَسُولَ اللّهِ قَالَ «نَعَمْ. وَلَكِنْ رَبّي أَعَانَنِي عَلَيْهِ حَتّىَ أَسْلَمَ».

Aisyah bertanya, “Apakah setiap orang disertai syaithan ?”. Beliau menjawab,”Ya”. Apakah Tuanku juga disertai syaithan ?. Beliau bersabda, “ Ya, tetapi Tuhanku memberikan pertolongan padaku untuk mengalahkannya, sehingga ia pun menyerahlah (HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Rasulullah saw. bersabda tentang jin dan syaithans

قَالَ رَسُولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: «مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاّ وَقَدْ وُكّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنّ». قَالُوا: وَإِيّاكَ؟ يَا رَسُولَ اللّهِ قَالَ «وَإِيّايَ. إِلاّ أَنّ اللّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ. فَلاَ يَأْمُرُنِي إِلاّ بِخَيْرٍ».

Tidak seorang pun dari kamu semua melainkan pasti disertai seorang jin (syaithan). Para sahabat bertanya, “Tuan juga demikian, ya Rasulullah ?”. Beliau bersabda, “Untukku pun ada pula, hanya Allah memberikan pertolongan padaku untuk mengalahkannya, sehingga ia pun menyerah dan tidak mengajak aku kecuali yang biak-baik saja. (HR Muslim)


C. Sifat-Sifat Syaithan

1. Mengkufuri perintah Allah, enggan dan takabur.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِين
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka bersujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takaburdan ia adalah termasuk golongan orang-orang yang kafir ( QS. Al Baqarah 2 : 34 )

2. Syaithan menjadi musuh, menggoda, menipu, membujuk, dan merayu manusia.

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikian Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu Syaithan-syaithan (dari jenis) manusia dan jin.Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu. (manusia) (QS. Al An’am 6 : 112)

3. Syaithan berusaha pada manusia agar manusia lupa mengingat Allah

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ أُولَئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Syaithan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah mreka itulah golongan syaithan Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan syaithan itulah golongan yang merugi.(QS. Al Mujadilah 58 : 19)

4. Syaithan berusaha menghalang-halangi mengingat kebenaran

وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ
Dan sesungguhnya syaithan-syaithan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. (QS. Az Zukhruf 43 : 37)

5. Syaithan mengajak manusia menjadi kafir

كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ
(Bujukan-bujukan orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaithan ketika dia berkata kepada manusia, “Kafirlah kamu !”, maka tatkala manusia telah kafir ia berkata, “sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam (QS. Al Hasyr 59 : 16)

6. Syaithan menyesatkan manusia dengan segala kemampuannya

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ(16)ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis berkata,”Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. (QS. Al A’raf 7 : 16 –17)

7. Syaithan berusaha menakut-nakuti manusia menjadi miskin dan menyuruh berbuat kejahatan

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.. (QS. Al Baqarah 2 : 268)

8. Syaithan menyuruh berbuat jahat dan keji seperti minum khamr, berjudi korban untuk berhala, mengundi nasib

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban) untuk berhala, mengundi nasib (dengan panah) adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al Maidah 5 : 90)

9. Syaithan memberi khayalan

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا
Syaithan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaithan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.
(QS. An Nisa 4 : 120)

10. Syaithan membuat keraguan dan membisikan kejahatan kedalam hati manusia

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
Yang membisik-bisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia (QS. An Nas 114 : 4 – 5)


D. Menjauhi Syaithan

Menjauhi syaithan bekal pertamanya adalah dengan keimanan, dan ketawakalan kepada Allah SWT. Pekerjaan-pekerjaan yang menjauhkan diri dari godaan syaithan di antaranya membaca Al Qur-an dan berdzikir serta bertaubat apabila terlanjur tergoda oleh syaithan

Sayyid Sabiq menjelaskan tentang hal ini dengan kata-kata yang indah :

“ Keimanan itu memberikan cahaya cemerlang dalam jiwa dan memenuhi hati nurani dengan nur yang gilang gemilang. Jikalau hati sudah cemerlang dan jiwa sudah bersinar dengan nur atau cahaya keimanan, maka pasti terhapuslah segala macam godaan dan rayuan syaithan itu.”

Firman Allah Swt. :

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ(98)إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ(99)إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ(100)

Apabila engkau membaca Qur-an maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari syaithan yang terkutuk. Sesunguhnya syaithan itu tidak berkuasa apa-apa terhadap orang-orang yang menyerahkan dirinya kepada Tuhannya. Hanyasanya kekuasaan syaithan itu dapat terlaksana terhadap orang-orang yang mengangkatnya sebagai pemimpin dan orang-orang yang memepersekutukan Tuhan dengannya.
(QS An Nahl 98-100)

Hati yang sudah diliputi keimanan senantiasa mendekatkan akal dan fikirannya dengan Allah Swt. oleh karena itulah setiap kali mereka tergoda oleh syaithan mereka senantiasa cepat tersadar.

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
Sesungguhnya orang yang bertaqwa itu apabila tersentuh (terkena) oleh tipuan syaithan yang berkunjung, mereka ingat kembali dan ketika itu mereka menjadi orang-orang yang dapat melihat (kebenaran). (QS Al A’raf : 201)

Lihat riwayat nabi Muhammad Saw tentang Syaithan

E. Hikmah Penciptaan Makhluk Ghaib

Ý Mempertebal dan memperkuat keimanan. Mungkin mengimani hal yang nyata atau kasat mata merupakan hal yang mudah. Akan tetapi mengimani yang tak tampak nyata ?. Inilah seperti yang dikatakan dalam kata mutiara “kadang kita mesti percaya karena kita tak tahu”.

Ý Menegakkan perintah Allah Swt. untuk berjihad. Demi tegaknya perintah Allah tersebut maka Ia menciptakan musuh yang mesti dilawan. Di sinilah letak ke-Mahabijaksanaan dan ke-Mahamengetahuian Allah Swt. Setiap Dia memerintahkan sesuatu atau melarang sesuatu tentulah senantiasa disertai dengan perangkatnya. Ini pun ibrah bagi kita sebagai hamba-Nya yaitu apabila kita membuat suatu keputusan maka hendaknya disertai pula dengan segenap perangkat yang mendukung terhadap pelaksanaan keputusan tersebut.

F. Kesimpulan

Bapak moyang para syaithan adalah Iblis. Iblis beranak pinak dan senantiasa mengoda dan menjerumuskan manusia ke dalam neraka.
Syaithan bisa berupa manusia maupun jin. Syaithan bisa merupakan kata sifat. Manusia atau jin yang berperilaku seperti dikehendaki oleh Iblis maka manusia atau jin tersebut bisa pula disebut Syaithan.
Upaya menjauhi syaithan
a. keimanan dan ketaqwaan
b. berzikir dan membaca al Qur-an
c. bertaubat apabila terjerumus pada rayuan syaithan










Sumber bacaan :
a Aqidah Islam, Sayyid Sabiq, CV Diponegoro, Bandung, 1997
a Makhluk-Makhluk halus, M. Ali Hasan Umar, CV Toha, Bandung, 1979

Selasa, 25 Desember 2007

My Minat 001

Para Pencari Pemuas Dahaga Keingintahuan
Semua orang pasti punya minat. Bahkan orang yang tak punya minat pun pada hakikatnya memiliki minat. Minat saya yang terbesar adalah mengetahui segalanya. Kedengarannya sombong dan terlalu besar ya !. Baiklah, saya sederhanakan minat saya itu menjadi "mengetahui segalanya semampu saya". Nah, sekarang minat saya itu terasa lebih manusiawi. Sebab tak enak rasanya apabila kita hanya sebagai kambing congek dalam sebuah kumpulan orang yang membicarakan sesuatu. Dengan wawasan yang kita miliki minimal kita dapat mengerti apa yang dibicarakan atau lebih jauh ikut berperanserta dalam percakapan tersebut.
Dosen saya sewaktu kuliah mengatakan bahwa seseorang tidak mungkin menguasai berbagai ilmu pengetahuan. Saya tidak begitu yakin, menurut yang saya dengar ilmuwan semacam Ibnu Rusydi (Averoes) atau Ibnu Sina (Avicena) menguasai berbagai ilmu seperti filsafat, kedokteran, matematika, bahkan ilmu-ilmu agama sekaligus.
Saya terinspirasi oleh sebuah novel terjemahan berjudul Forbidden Planet. Dalam novel tersebut diceritakan bahwa ada alat peninggalan bangsa Krell -penghuni planet tersebut- yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan keluasan wawasan pengetahuan. Saya punya obsesi bahwa blog saya ini dapat dijadikan wahana bagi orang-orang yang memiliki minat seperti saya untuk meningkatkan wawasannya. Saya berharap bahwa saya dapat memberi dan menerima berbagai informasi yang dapat memuaskan minat saya. Minimal saya dapat menunjukkan atau diberitahu kemana saya harus menuju apabila kita ingin mengetahui sesuatu. Dengan demikian, besar harapan saya obsesi itu terwujud bagi orang-orang yang memiliki minat mengetahui segala hal.
Blog ini saya buat sederhana. Sesederhana pengetahuan saya dalam dunia ini. Namun sesuai dengan minat saya, saya punya harapan besar agar blog ini lebih maju lagi kelak kemudian hari.